
LRC, LKKS NTB, dan BAZNAS NTB Salurkan Beasiswa Tunas Negeri bagi Anak Rentan di Lombok Timur
Sejak akhir 2025, Lombok Research Center (LRC) bermitra dengan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB dalam pelaksanaan Program Beasiswa Tunas Negeri. Program ini ditujukan bagi anak yatim berprestasi, anak dari keluarga dhuafa, serta anak berkebutuhan khusus yang masih menempuh pendidikan formal namun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Yasfa Aulia : Bertumbuh di Tengah Keterbatasan,
Melangkah dengan Harapan
Di sebuah dusun kecil bernama Sekomak, Desa Paokmotong, Lombok Timur, Yasfa Aulia tumbuh dalam kesederhanaan yang sunyi namun penuh perjuangan. Usianya baru menginjak 14 tahun, dan saat ini ia duduk di bangku kelas dua MTs NW RTH Paok Motong. Di balik senyumnya yang pemalu, tersimpan perjalanan panjang seorang anak yang sejak kecil harus berjuang lebih keras untuk bisa belajar seperti anak-anak lainnya.

Penyaluran Tahap Dua Beasiswa Tunas Negeri : Pendampingan Pendidikan untuk Siswa Yatim, Dhuafa, dan Disabilitas
Di awal tahun 2026, Lombok Research Center (LRC) kembali menyusuri ruang-ruang kelas dan rumah-rumah sederhana di Lombok Timur. Bukan sekadar kunjungan rutin, tetapi membawa harapan yang terus dijaga keberlanjutannya melalui penyaluran Beasiswa Tunas Negeri Tahap Dua yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026.
Program Beasiswa Tunas Negeri merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial NTB (LKKS NTB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB, dan Lombok Research Center. Program ini pertama kali diluncurkan pada Desember 2025, dengan menjangkau 40 siswa yatim, dhuafa, dan disabilitas di sejumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur.

Di Antara Seragam Merah Putih dan Harapan yang Dijaga
Kisah Namara dan Naufal, dua anak Lendang Nangka yang terus bertahan di sekolah berkat Beasiswa Tunas Negeri
Setiap pagi, Namara dan Naufal mengenakan seragam yang sama—putih dan merah. Namun, di balik warna yang seragam itu, mereka membawa cerita hidup yang jauh dari kata sederhana. Cerita tentang kehilangan, tentang keterbatasan, dan tentang perjuangan kecil agar tetap bisa duduk di bangku sekolah.
Namara baru berusia tujuh tahun. Tubuhnya kecil, suaranya pelan, dan langkahnya sering tampak ragu. Sejak ayahnya meninggal saat ia berusia empat tahun, hidup Namara berubah. Ibunya harus bekerja di luar daerah demi bertahan hidup, sementara dua saudara laki-lakinya juga merantau. Namara pun dititipkan di rumah sahabat ibunya, di Kampung Dalem Lauk, Desa Lendang Nangka.

Program yang diselenggarakan oleh Lombok Research Center (LRC) ini bernama Beasiswa Bantuan “Tunas Negeri” bagi siswa berprestasi dan tidak mampu di Lombok Timur, NTB. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka putus sekolah dan ketimpangan sosial-ekonomi di Lombok Timur yang menghambat akses pendidikan. Tujuannya adalah memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata , meningkatkan motivasi belajar, dan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter dan peduli sosial.
Untuk informasi lebih lanjut dan apabila berminat, silakan kunjungi alamat Lombok Research Center (LRC) atau pantau media sosial Lombok Research Center (LRC) untuk informasi pengunduhan formulir pendaftaran di bawah ini.
