LRC dan British Council Dorong Literasi Digital

Beranda › Artikel

ARTIKEL

LRC dan British Council Dorong Literasi Digital

19 Juni 2026 Yayasan LRC Program: SIDP

Lombok Research Center (LRC) memulai pelaksanaan Program Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang berlangsung selama empat hari, 17–20 Juni 2026, di Kantor LRC, Lombok Timur. Program ini merupakan kerja sama antara LRC dan British Council yang didukung pendanaan dari Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Pemerintah Inggris.

Program SIDP dirancang untuk memperkuat partisipasi digital yang inklusif dan bermakna bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses teknologi digital. Melalui program ini, sebanyak 250 penerima manfaat yang terdiri dari penyandang disabilitas, perempuan, dan anak muda akan mendapatkan pelatihan keterampilan digital dasar hingga menengah di wilayah Lombok Timur.

Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan Training of Trainers yang bertujuan menyiapkan para Community Level Trainers (CLT) sebagai fasilitator komunitas. Sebanyak tujuh orang CLT terpilih mengikuti pelatihan intensif guna memperkuat kapasitas mereka dalam mengajarkan literasi digital kepada masyarakat di desa-desa sasaran.

Menurut Suherman selaku Direktur LRC, transformasi digital telah membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses informasi, pendidikan, layanan publik, dan peluang ekonomi. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, termasuk kesenjangan akses digital dan meningkatnya risiko kekerasan berbasis teknologi yang kerap dialami kelompok rentan.

“Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjadi warga digital yang aman, kritis, dan produktif. Kami ingin memastikan perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ruang digital,” ujar Suherman.

Salah satu peserta Pelatihan Pelatih Komunitas dalam Program Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) British Council-LRC sedang praktik langsung menjadi pelatih/pemateri

Selama empat hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup pengenalan perangkat digital, akses internet, keamanan perangkat, pengelolaan akun dan kata sandi, keamanan siber, hingga kemampuan mengenali berita palsu dan berbagai bentuk kekerasan daring. Materi juga membahas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat.

Kegiatan ini dipandu oleh dua Expert Level Trainer (ELT) Program SIDP, yakni Santi Nining Susanti dan Theresia Suganda. Keduanya memberikan pembekalan tidak hanya terkait substansi materi, tetapi juga teknik fasilitasi yang efektif dan inklusif.

Metode pelatihan dirancang secara partisipatif melalui diskusi, simulasi, praktik langsung, dan sesi micro-teaching. Dalam sesi tersebut, setiap CLT diminta mempraktikkan kemampuan mengajar dengan membawakan materi yang paling menantang bagi mereka. Pendekatan ini bertujuan membangun kepercayaan diri sekaligus memastikan para fasilitator siap mendampingi peserta dari latar belakang yang beragam.

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah sesi Deep Listening, yaitu pendekatan komunikasi yang menekankan kemampuan mendengar secara aktif, membangun rasa aman, serta menciptakan ruang belajar yang bebas dari penghakiman. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung keterlibatan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya dalam proses pembelajaran.

Setelah menyelesaikan ToT, para CLT akan melaksanakan pelatihan lanjutan di tingkat komunitas melalui skema cascade training. Mereka akan menjangkau sedikitnya 250 peserta dari kelompok sasaran utama program yang tersebar di berbagai wilayah Lombok Timur.

LRC berharap model pelatihan berbasis komunitas ini dapat menciptakan efek berantai yang berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan digital masyarakat, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran mengenai keamanan digital, mencegah kekerasan berbasis teknologi, serta membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kerja sama antara LRC, British Council, dan FCDO ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital yang lebih inklusif di Indonesia. Dengan menempatkan komunitas sebagai aktor utama perubahan, program SIDP diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan digital sekaligus memastikan manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui inisiatif ini, LRC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas masyarakat lokal agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era digital secara aman, setara, dan berkelanjutan.