Telkom University Pertegas Komitmen Pengabdian di Lombok Timur

Beranda › Artikel

ARTIKEL

Telkom University Pertegas Komitmen Pengabdian di Lombok Timur

18 Juli 2026 Yayasan LRC Program: INKLUSI

Keterlibatan lintas perguruan tinggi dalam membangun kemandirian desa membutuhkan komitmen yang berkelanjutan, bukan sekadar program musiman. Semangat inilah yang kembali dibuktikan oleh Telkom University (Tel-U) dengan menerjunkan sepuluh mahasiswanya ke Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026).

Langkah penerjunan ini menandai tahun kedua partisipasi konsisten Tel-U dalam payung Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 3T Rinjani. Kehadiran berkelanjutan ini menjadi wujud nyata loyalitas Tel-U dalam merawat sinergi lintas kampus guna memberdayakan masyarakat di akar rumput.

Dalam gerakan kolaboratif ini, Tel-U kembali bahu-membahu dengan mitra kolaborasinya, yakni Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE), dan Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS). Program ini juga diorkestrasi bersama Lombok Research Center (LRC) selaku mitra daerah, melalui dukungan Program INKLUSI BaKTI.

Kepala Bagian Pengembangan Akademik Telkom University, Erna Hikmawati, yang memimpin langsung delegasi kampus, menuturkan bahwa kesepuluh mahasiswa Tel-U akan kembali disebar di lima titik strategis. Kelima desa yang menjadi laboratorium pengabdian bersama tersebut meliputi Desa Lendang Belo, Paokmotong, Masbagik Utara Baru, Teros, dan Kertasari.

“Ini menandai dedikasi tahun kedua kami di Bumi Patuh Karya. Mahasiswa kami hadir bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban akademik, melainkan membawa misi krusial untuk memastikan bahwa kolaborasi yang sudah terbangun ini terus berlanjut dan membawa dampak nyata,” ujar Erna, Kamis (16/7/2026).

Menyadari bahwa ancaman terbesar dari program pengabdian masyarakat adalah sifatnya yang kerap layaknya “umur jagung”, kehadiran berkesinambungan Tel-U di tahun kedua ini dinilai sangat strategis. Untuk menjaga keberlanjutan tersebut, konsorsium kampus secara konsisten menerapkan pendekatan sinergi pentaheliks.

Model ini secara aktif mengawinkan peran akademisi, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta sektor swasta. Melalui pendekatan lintas sektor dan loyalitas kemitraan antar-kampus ini, intervensi yang diberikan kepada lima desa sasaran dirancang agar benar-benar mengakar kuat.

Melalui keterlibatan aktif di tahun kedua KKN Kolaboratif Rinjani ini, Tel-U berharap fondasi kemandirian masyarakat desa dapat terbangun semakin kokoh. Dengan demikian, ketika masa pengabdian kampus kelak purna, roda perekonomian masyarakat di lima desa tersebut dapat terus berputar secara mandiri.