PROGRAM PEMBERDAYAAN
Program INKLUSI Fase II mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan adaptif melalui penguatan keberlanjutan program, kolaborasi lintas sektor, serta integrasi isu sosial dan perubahan iklim di tingkat lokal.

TENTANG PROGRAM
Program INKLUSI Fase II melanjutkan upaya penguatan pembangunan inklusif dengan menitikberatkan pada keberlanjutan program, perluasan dampak, serta integrasi pembelajaran ke dalam kebijakan.
Program ini memastikan bahwa praktik baik yang telah dikembangkan pada fase sebelumnya dapat direplikasi, diperluas, dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Selain itu, INKLUSI Fase II mulai mengintegrasikan isu perubahan iklim sebagai bagian dari pendekatan pembangunan yang lebih adaptif, sehingga mampu merespons tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
2026 – 2028
Kabupaten Lombok Timur
Kemitraan Australia – Indonesia (INKLUSI)
Yayasan BaKTI
Inklusi Sosial, GEDSI, Perubahan Iklim, Penguatan Kebijakan
FOKUS INTERVENSI
Memastikan praktik baik yang telah dikembangkan dapat dilanjutkan, direplikasi, dan terintegrasi dalam sistem pembangunan lokal.
Memperluas jejaring kerja lintas sektor untuk mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.
Menghubungkan praktik lapangan dengan kebijakan publik agar pembangunan inklusif menjadi bagian dari sistem yang berkelanjutan.
Mengintegrasikan isu inklusi sosial dan perubahan iklim untuk membangun masyarakat yang lebih resilien terhadap tantangan masa depan.
DAMPAK DAN CAPAIAN FASE II
Desa di Kabupaten Lombok Timur yang menjadi lokasi intervensi program.
Warga dari kelompok rentan memperoleh layanan informasi, perlindungan, dan penguatan kapasitas.
KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen penting lain berhasil difasilitasi bagi warga.
Kelompok perempuan, disabilitas, lansia, dan pemuda aktif terlibat dalam program.
AKTIVITAS DAN PEMBELAJARAN
Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dampak program dan mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.