ARTIKEL
Penguatan Kapasitas Kelompok Konstituen untuk Hadapi Krisis Pangan dan Perubahan Iklim
Lombok Research Center (LRC) melalui dukungan Program INKLUSI BaKTI kembali melakukan penguatan kapasitas Kelompok Konstituen (KK) di desa dampingan. Kegiatan berlangsung pada 7 Mei 2026 di Desa Aikmel Utara dan 9 Mei 2026 di Desa Banjarsari, Kabupaten Lombok Timur. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan masyarakat akar rumput agar lebih siap menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat perubahan iklim dan ancaman krisis pangan.
Kegiatan penguatan kapasitas KK merupakan agenda mandatori dalam strategi implementasi Program INKLUSI di Lombok Timur tahun 2026. Pertemuan tersebut mengangkat tema ketahanan pangan dan perubahan iklim dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Research Center (LRC).
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat desa. Mereka terdiri atas pemerintah desa, kelompok konstituen, PKK, kader posyandu, hingga kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, dan lansia. Keterlibatan berbagai kelompok ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses penguatan kapasitas berjalan inklusif dan menjangkau masyarakat yang paling terdampak oleh perubahan iklim.
Koordinator Program INKLUSI BaKTI dari Lombok Research Center (LRC), Baiq Titis Yulianti, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan memahami hak dan kebutuhan dasarnya.
“Kelompok masyarakat di desa perlu memiliki pemahaman dan kemampuan advokasi agar mampu memperjuangkan hak-haknya, termasuk akses terhadap perlindungan sosial dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Adaptasi Iklim
Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai ketahanan pangan berbasis komunitas, dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat desa, hingga strategi adaptasi lokal yang dapat diterapkan secara mandiri. Materi disampaikan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, pemetaan persoalan desa, dan berbagi pengalaman antar peserta.
Narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Muhammad Isnaini, menjelaskan bahwa perubahan pola cuaca dalam beberapa tahun terakhir mulai memengaruhi sektor pertanian masyarakat. Perubahan musim tanam, curah hujan yang tidak menentu, hingga meningkatnya risiko gagal panen menjadi tantangan yang mulai dirasakan masyarakat desa.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan ekonomi rumah tangga miskin dan kelompok marginal apabila tidak diantisipasi sejak dini melalui penguatan kapasitas masyarakat dan strategi adaptasi yang tepat.
Peserta juga didorong memahami pentingnya diversifikasi pangan rumah tangga, pemanfaatan pekarangan, serta pengelolaan sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Selain itu, masyarakat diajak mengenali potensi desa yang dapat dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi warga di tengah ancaman perubahan iklim.

Dorong Partisipasi dan Advokasi Masyarakat
Selain membahas isu pangan dan iklim, kegiatan ini juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme perencanaan pembangunan desa, pengawasan program perlindungan sosial, serta pentingnya advokasi kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat rentan.
Melalui penguatan kapasitas ini, Kelompok Konstituen diharapkan mampu menjadi ruang belajar bersama sekaligus wadah advokasi masyarakat desa dalam memperjuangkan hak-hak dasar warga. Keberadaan KK juga dinilai penting untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa agar program pembangunan lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.
Program Manager Lombok Research Center (LRC) menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat desa agar lebih tangguh menghadapi krisis pangan dan dampak perubahan iklim di masa depan.
Kegiatan penguatan kapasitas ini akan terus dilakukan di sejumlah desa dampingan lainnya sebagai bagian dari komitmen Program INKLUSI BaKTI dan Lombok Research Center (LRC) dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan sosial.