Bukti Desa Inklusif: Aikmel Utara Salurkan Bantuan Sosial bagi Disabilitas dan Lansia

Pemerintah Desa Aikmel Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa yang inklusif dan berkeadilan melalui penyaluran bantuan sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025 yang lalu, bertempat di Aula Kantor Desa Aikmel Utara, Lombok Timur.
 
Penyaluran bantuan sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah desa terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas dan lansia, agar mereka tetap berdaya, merasa dihargai, serta memiliki semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar bantuan material, kegiatan ini mencerminkan perubahan paradigma pembangunan desa yang semakin menempatkan inklusivitas sebagai fondasi utama.
 
Sebanyak 18 penerima manfaat yang berasal dari kelompok disabilitas dan lansia menerima bantuan sosial berupa paket sembako, uang tunai sebesar Rp500.000, serta perlengkapan sekolah bagi penyandang disabilitas yang masih menempuh pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat sekaligus menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Aikmel Utara.
 
Kepala Desa Aikmel Utara, Muhtasar Ayudi, M.Pd., secara langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada penyandang disabilitas dan lansia atas keteguhan serta semangat mereka dalam menjalani aktivitas dan pekerjaan di tengah keterbatasan.
 
“Senyum kalian adalah bahagia kami,” ujar Muhtasar singkat namun penuh makna, disambut haru oleh para penerima manfaat yang hadir di aula desa siang itu.
 
Muhtasar menjelaskan bahwa program bantuan sosial ini sengaja dianggarkan melalui Dana Desa sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah desa dalam meringankan beban ekonomi masyarakat rentan. Ia juga menegaskan bahwa ke depan, pemberdayaan kelompok rentan—termasuk penyandang disabilitas, lansia, serta perempuan kepala keluarga—akan menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan pengalokasian Dana Desa.
 
“Bantuan yang bersumber dari Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kelompok rentan dalam pembangunan desa,” ungkapnya.
 
Keberhasilan program ini tidak lepas dari proses pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh Lombok Research Center (LRC) melalui Program INKLUSI. Selama beberapa tahun terakhir, Desa Aikmel Utara menjadi salah satu desa dampingan LRC dalam mendorong tata kelola desa yang inklusif, responsif gender, dan berpihak pada kelompok rentan. Pendampingan tersebut meliputi penguatan kapasitas pemerintah desa, penyusunan kebijakan inklusif, hingga mendorong partisipasi aktif penyandang disabilitas dan lansia dalam proses perencanaan pembangunan desa.
 
Agenda penyaluran bantuan sosial ini menjadi salah satu cerminan keberhasilan Program INKLUSI di Desa Aikmel Utara, di mana nilai-nilai inklusivitas tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi telah terimplementasi dalam kebijakan dan program nyata di tingkat desa. Pemerintah Desa Aikmel Utara menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan upaya pemberdayaan bagi penyandang disabilitas dan lansia, guna mewujudkan masyarakat desa yang inklusif, sejahtera, dan berkeadilan sosial.