AKTIVITAS

Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Bullying di Sekolah yang dilaksanakan di SMP “Darul Muttaqien” Desa Kotaraja (12/8/23).

Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Bullying di Sekolah

Sekolah merupakan salah satu tempat yang penting untuk mendidik anak-anak tentang berbagai hal, termasuk tentang pencegahan perkawinan anak dan bullying. Sosialisasi tentang kedua hal ini penting dilakukan karena perkawinan anak dan bullying merupakan dua masalah sosial yang dapat berdampak buruk bagi anak-anak. Perkawinan anak dan bullying dapat berdampak buruk bagi anak-anak, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Berdasar hal tersebut maka, pada 12/8/23 bertempat di SMP “Darul Muttaqien” Desa Kotaraja, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Research Center (LRC) memberikan pemahaman kepada siswa sekolah tersebut tentang dampak negatif dari praktik perkawinan anak dan bullying. Harapannya dengan diadakannya sosialisasi tersebut, dapat memberikan informasi bagi para siswa sekaligus sebagai upaya preventif pihak sekolah terkait dengan dua isu tersebut.

Hasto Wardoyo (Kepala BKKBN RI) didampingi Bupati Lombok Timur dan Kepala Dinas P3AKB dalam kegiatan Peluncuran Program BAKSO (Buat Administrasi Kependudukan Secara Online) dan KERIS (Kelas Keluarga Risiko STunting) di di auditorium Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek (9/8/23)

Sinergitas LRC dengan Pemda Lombok Timur untuk Menghadirkan Administrasi Kependudukan yang Inklusif

Adminduk memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, baik secara individu maupun secara kolektif. Secara individu, adminduk memberikan pengakuan hukum atas identitas individu, sehingga individu tersebut dapat menikmati hak-hak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. Misalnya, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya, individu harus memiliki dokumen kependudukan yang sah. Lombok Research Center (LRC) yang merupakan lembaga mitra pembangunan bagi pemerintah memiliki komitmen untuk menghadirkan adminduk yang inklusif. Untuk itu, LRC mendukung hadirnya aplikasi BAKSO (Buat Administrasi Kependudukan Secara Online) yang dihadirkan oleh Dinas Dukcapil Kab. Lombok Timur. Adapun bentuk komitmen tersebut terimplementasi pada dukungan LRC dalam kegiatan peluncuran aplikasi tersebut yang dihadiri langusng oleh Kepala BKKBN RI dan Bupati Lombok Timur pada (9/8/23) di Auditorium BPVP Lenek.

MUSRENBANG RKPD Kabupaten Lombok Timur Tahun 2024 (18/4/23).

Lombok Research Center (LRC) Sebagai Mitra Pembangunan di Kabupaten Lombok Timur

Kiprah Lombok Research Center (LRC) mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah Lombok Timur karena selama ini memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan pemerintah daerah. LRC dapat memberikan masukan, kritik, dan solusi atas permasalahan pembangunan di daerah. Selain itu, LRC juga dapat berperan dalam pelaksanaan pembangunan, seperti melalui program pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, sebagai wujud kolaborasi tersebut, LRC juga ikut berperan aktif dalam kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Lombok Timur Tahun 2024 yang diadakan di Ballroom Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, Selasa 18 April 2023. 

Suasana Kampung SEHAT NTB di Kabupaten Bima, NTB

Kampung SEHAT NTB: Penangan Covid-19 Berbasis Masyarakat

Merebaknya wabah Covid-19 yang tengah melanda, persoalan pangan menjadi salah satu perhatian setelah bergulat dengan persoalan kesehatan dan daya beli masyarakat. Untuk itu, pemerintah menjadikan persoalan ketahanan pengan ini menjadi isu sentral yang butuh penanganan secepatnya. Selain itu, persoalan pangan ini merupakan urusan tentang kebutuhan yang paling mendasar selain sandang dan papan.

Bupati Kab. Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy bersama didampingi oleh Sekda H.M. Juani Taopik menghadir FGD yang dilaksanakan oleh LRC (22/12/20)

FGD “Peluang Pengembangan Pertanian di Lombok TImur”

Sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Lombok Timur. Daerah ini merupakan salah satu sentra utama pertanian di NTB, khususnya sub sektor pertanian hortikultura yang menjadi unggulan. Dari 160,554 ha luas lahan yang ada di Lombok Timur, terdapat 75,797 ha lahan kering yang memiliki potensi untuk pengembangan sektor pertanian. Hal tersebut menjadi bahsan utama pada kegiatan focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh LRC yang berkolaborasi dengan pemkab Lombok Timur pada (22/12/20) di Laboratorium Lapangan LRC yang terdapat di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. Tema yang diangkat dalam kegiatan FGD itu adalah potensi lahan kering dalam upaya mendukung pengembangan sektor pertanian Lombok Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Bupati H.M. Sukiman Azmy dengan Sekda H.M. Juani Taopik beserta kepala OPD terkait, pemerintah desa, dan kelompok petani muda.

Peluncuran buku “Petani dan Masa Depan Pertanian NTB” dan Pengukuhan Kelompok Petani Muda “Berkah Jaya” Desa Lendang Nangka Utara

Peluncuran Buku “PETANI dan MASA DEPAN PERTANIAN NTB”

Sebagai daerah agraris, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dalam perekonomian Provinsi NTB. Namun kontribusi sektor pertanian terus mengalami penurunan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut dimana, salah satunya adalah minat generasi muda NTB pada sektor pertanian yang masih kurang. Sedangkan di satu sisi sebagian besar petani yang ada saat ini sudah memasuki usia tua. Selain itu, semakin menurunnya luas areal pertanian yang disebabkan oleh kegiatan alih fungsi lahan juga memberikan pengaruh terhadap sektor pertanian NTB. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam buku terbitan LRC yang berjudul “Petani dan Masa Depan Pertanian NTB”, yang telah diluncurkan pada (19/12/20) dan dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Murnan, S.Pd., M. M. Inov di Desa Lendang Nangka Utara. Peluncuran buku tersebut juga dirangkaikan dengan acara pengukuhan Kelompok Petani Muda “Berkah Jaya” Desa Lendang Nangka Utara yang juga menjadi binaan LRC dalam upaya menumbuhkembangkan minat generasi muda pada sektor pertanian.

Pelatihan pemilihan bibit Jahe Gajah kepada petani muda yang ada di Kab. Lombok Timur (06/04/2016)

Pelatihan Budidaya Tanaman Jahe Gajah

Jahe gajah merupakan salah satu jenis tanaman jahe yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun sebagai bahan makanan dan minuman. Jahe gajah juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga budidayanya dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang menjanjikan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya jahe gajah, Lombok Research Center (LRC) mengadakan pelatihan bagi petani muda. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang teknik budidaya jahe gajah yang baik dan benar sekaligus menarik minat pemuda untuk terjun ke sektor pertanian.