Lombok Research Center Dorong Penguatan UMKM Desa Gelora

Lombok Research Center (LRC) melakukan kunjungan ke Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, pada Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan membahas perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sekaligus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha desa.
 
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen LRC dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Pengembangan UMKM juga merupakan salah satu fokus utama Program INKLUSI–Yayasan BaKTI, baik pada tahun ini maupun periode sebelumnya.
 
Dalam pertemuan bersama pemerintah Desa Gelora, LRC membahas sejumlah isu dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Berbagai persoalan mulai dari peningkatan kapasitas produksi, akses pasar, hingga pendampingan usaha menjadi perhatian utama.
 
LRC bersama Program INKLUSI–Yayasan BaKTI menegaskan akan terus memberikan dukungan melalui pelatihan dan pendampingan bagi UMKM lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
 
Salah satu UMKM yang menjadi binaan program adalah UMKM Babelo, sebuah usaha rumahan yang dikelola kelompok perempuan kepala keluarga di Desa Gelora. Usaha ini memproduksi lauk dan sambal khas yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Pada 2025, UMKM tersebut juga telah mengantongi legalitas usaha.
 
“Melalui dukungan Program INKLUSI, kami berharap UMKM Babelo dapat meningkatkan kualitas produknya, sekaligus memperluas pasarnya,” ujar Suherman, Direktur LRC, dalam pertemuan itu.
 
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Gelora tersebut dihadiri tim LRC–INKLUSI, Sekretaris Desa Gelora, anggota kelompok konstituen, pelaku UMKM, serta mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram.
 
Sekretaris Desa Gelora, Rina Marlina, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat mendorong UMKM desa terus maju dengan memaksimalkan potensi lokal yang tersedia.
 
“Kami yakin UMKM lokal dapat menjadi salah satu pilar ekonomi yang kuat dan dapat berkontribusi pada pembangunan desa,” katanya.
 
\Dalam kesempatan itu, tim LRC juga menginformasikan kepada para pelaku usaha mengenai Program Mawar Emas (Melawan Rentenir Berbasis Masjid) yang diinisiasi Bank NTB Syariah. Program pemberdayaan berbasis syariah ini memberikan akses pinjaman mikro tanpa bunga (0 persen riba) dan tanpa agunan, khususnya bagi pelaku usaha perempuan di desa.
 
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Skema awal pembiayaan diberikan sebesar Rp1 juta per orang dan disalurkan melalui kelompok usaha.
 
Kunjungan LRC ke Desa Gelora menjadi wujud komitmen organisasi masyarakat sipil dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan warga desa. Koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal sekaligus harapan baru bagi UMKM Desa Gelora untuk tumbuh lebih kuat dan mandiri.
 
Ke depan, LRC bersama pemerintah desa dan mitra program menilai penguatan UMKM tidak cukup hanya berhenti pada pelatihan. Dukungan akses permodalan, legalitas, jejaring pemasaran, hingga penguatan kelembagaan kelompok usaha menjadi agenda penting agar pelaku UMKM desa mampu bersaing dan bertahan di tengah dinamika ekonomi.
 
Program INKLUSI–Yayasan BaKTI melalui kolaborasi dengan LRC juga mendorong agar perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga, memperoleh ruang yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi desa. UMKM seperti Babelo dipandang bukan hanya sebagai usaha produktif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang mampu memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
 
Selain itu, skema pembiayaan alternatif seperti Program Mawar Emas menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat. Dengan terbebas dari jeratan rentenir, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara lebih aman dan berkelanjutan.
 
LRC menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi desa-desa binaan dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif. Sinergi antara pemerintah desa, organisasi masyarakat, lembaga keuangan, serta kelompok usaha dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa.
 
Dengan kolaborasi yang terus diperluas, Desa Gelora diharapkan dapat melahirkan lebih banyak UMKM unggulan berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.