Lombok Research Center (LRC) resmi memulai pendampingan Program Pemanfaatan Biostimulan dari Sargassum untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Rabu (25/2/2026). Program ini menjadi langkah strategis mengubah limbah pesisir menjadi solusi pertanian berbasis riset.
Peluncuran program ditandai dengan kegiatan bertajuk “Kick Off Program Pemanfaatan Biostimulan dari Sargassum dalam Pertanian Berkelanjutan di Desa Labuhan Haji” di Aula Kantor Desa Labuhan Haji. Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Desa Labuhan Haji dan LRC sebagai penanda dimulainya implementasi program secara resmi.
Program ini terlaksana dengan dukungan pendanaan bersama Uni Eropa dan Yayasan Penabulu melalui Program CO-EVOLVE 2 dalam skema Lokadaya dan hibah Lokadana.
Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur pemerintah daerah, kecamatan, desa, penyuluh pertanian, nelayan, petani, BUMDes, UMKM, hingga aparat keamanan setempat.
Inovasi Berbasis Penelitian
Sebagai lembaga riset lokal, LRC berperan dalam merancang pendekatan teknis pengolahan sargassum menjadi biostimulan organik. Rumput laut yang selama ini dianggap limbah dan mengganggu aktivitas nelayan kini dikembangkan menjadi produk yang berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperbaiki kesehatan tanah.
Pendekatan ini berbasis penelitian dan praktik pertanian berkelanjutan, dengan tujuan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.
Melalui pendampingan LRC, masyarakat desa tidak hanya diperkenalkan pada produk biostimulan, tetapi juga pada sistem produksi, manajemen usaha, hingga peluang pengembangan pasar berbasis komunitas.

Bangun Ekonomi Sirkular Desa
Program ini dirancang untuk menghubungkan sektor kelautan dan pertanian dalam satu rantai nilai. Nelayan didorong menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku sargassum. Petani memperoleh alternatif input produksi yang lebih ramah lingkungan. Perempuan dan pemuda dilibatkan dalam proses produksi dan pengembangan usaha.
Kick off ini memiliki tiga tujuan utama: sosialisasi program kepada pemangku kepentingan, penyusunan strategi kolaboratif antara pemerintah dan lembaga swadaya, serta penyusunan nota kesepahaman antara Pemerintah Desa Labuhan Haji dan LRC.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, tidak berhenti pada tahap uji coba.
Inisiatif ini juga disebut selaras dengan visi Lombok Timur SMART—Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan—karena mengedepankan inovasi, inklusivitas, serta pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dengan dimulainya program ini, LRC berharap Labuhan Haji dapat menjadi model desa pesisir yang mampu mentransformasi persoalan lingkungan menjadi kekuatan ekonomi lokal berbasis riset dan kolaborasi.

