Melalui INKLUSI-BaKTI, LRC Perkuat Kapasitas Jejaring UPTD PPA dalam pelaporan dan Pendampingan bagi Korban Kekerasan di Lombok Timur

Lombok Research Center (LRC) melalui dukungan Program INKLUSI-BaKTI menyelenggarakan “Pelatihan Penguatan Jejaring UPTD PPA dalam Pelaporan dan Pendampingan Korban Kekerasan” pada Selasa, 2 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lesehan Elen, Selong, Lombok Timur ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jejaring (Kelompok Konstituen/KK yang merupakan dampingan LRC dalam Program INKLUSI) dalam pelaporan dan pendampingan korban kekerasan serta membangun koordinasi antarpihak untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.
 
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah sosial yang mengakar dan menghambat pembangunan di berbagai daerah. Meskipun upaya penanganan terus dilakukan, kasus-kasus ini masih marak dan menjadi indikator bahwa ada fondasi masalah yang perlu diatasi secara sistematis. Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah cerminan dari ketidakadilan dan kerapuhan sosial.
 
Mengatasinya bukan hanya soal melindungi individu, tetapi juga investasi krusial untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, aman, dan berkelanjutan. Kabupaten Lombok Timur masih menjadi daerah dengan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Nusa tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data SIMFONI PPA, di awal Juli 2025 jumlah kasus kekerasan yang terlapor mencapai angka 88 kasus.
 
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur LRC, Suherman, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. “Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring dan memastikan penanganan kasus kekerasan dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Suherman dalam sambutannya. Keberadaan Kelompok Konstituen (KK) yang menjadi dampingan LRC dalam Program INKLUSI menjadi simpul jejaring yang sangat penting dalam mengisi tantangan keterbatasan sumber daya manusia yang dihadapi oleh UPTD PPA Lombok Timur, lanjutnya.

Kepala UPTD PPA Lombok Timur Hj. Yuliani, S. ST., M. Kes. (membelakngi kamera) menjadi narasumber utama dalam kegiatan “Pelatihan Penguatan Jejaring UPTD PPA dalam Pelaporan dan Pendampingan Korban Kekerasan” yang diselenggarakan oleh LRC melalui Program INKLUSI-BaKTI pada, Selasa (02/07/2025) di Lesehan Elen, Sleong.

Narasumber utama dalam pelatihan ini adalah Ketua UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, Hj. Yuliani, S.ST., M. Kes, yang menyampaikan materi terkait mekanisme pelaporan dan pendampingan korban kekerasan. Yuliani menjelaskan pentingnya peran jejaring desa dalam mendeteksi dini kasus kekerasan serta memberikan pendampingan yang sensitif terhadap kebutuhan korban. “Jejaring yang kuat di tingkat desa akan mempercepat respons terhadap kasus dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban,” ungkapnya.
 
Peserta pelatihan berasal dari anggota Kelompok Konstituen (KK) yang terdapat pada 5 (lima) desa di Lombok Timur yang tengah melakukan restrukturisasi keanggotaan. Adapun desa-desa yang melakukan restrukturisasi KK itu adalah, Desa Sikur Selatan (8 anggota), Desa Paokmotong (3 anggota), Desa Lendang Nangka Utara (7 anggota), Desa Kertasari (3 anggota) dan, Desa Aikmel Utara (9 anggota). Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada anggota KK yang baru mengenai perspektif kekerasan serta bagaimana alur pelaporan dan pendampingan bagi korban kekerasan. Harapannya dengan memiliki pemahaman, diharapkan koordinasi dengan UPTD PPA sebagai leading sector dalam penanganan dan pendampingan korban kekerasan dapat terjalin lebih kuat.
 
Kegiatan yang dilaksanakan seharian tersebut berjalan dengan sangat konstruktif karena para peserta berdiskusi aktif yang dipandu oleh Baiq Falmayani Indira sebagai moderator kegiatan. Moderator berhasil menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan produktif. Pelatihan yang diselenggarakan LRC melalui Program INKLUSI-BaKTI mencakup sesi pemahaman tentang kekerasan, prosedur pelaporan, dan pendekatan pendampingan yang berspektif korban.
 
Melalui kegiatan ini, LRC dan Program INKLUSI-BaKTI berharap jejaring UPTD PPA di Lombok Timur semakin solid dan mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua.