Di awal tahun 2026, Lombok Research Center (LRC) kembali menyusuri ruang-ruang kelas dan rumah-rumah sederhana di Lombok Timur. Bukan sekadar kunjungan rutin, tetapi membawa harapan yang terus dijaga keberlanjutannya melalui penyaluran Beasiswa Tunas Negeri Tahap Dua yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026.
Program Beasiswa Tunas Negeri merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial NTB (LKKS NTB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB, dan Lombok Research Center. Program ini pertama kali diluncurkan pada Desember 2025, dengan menjangkau 40 siswa yatim, dhuafa, dan disabilitas di sejumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur.
Beasiswa ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan dana tunai. Lebih dari itu, Beasiswa Tunas Negeri dirancang sebagai program pendampingan dan pembinaan komprehensif yang bertujuan meringankan beban keluarga sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak yang berada dalam kondisi rentan. Melalui program ini, setiap anak diharapkan memiliki ruang yang sama untuk tetap belajar dan menumbuhkan cita-cita mereka.
Pada tahap kedua ini, tim LRC tidak hanya mendistribusikan beasiswa, tetapi juga melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan siswa setelah satu bulan mendapatkan pendampingan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen transparansi dan evaluasi program, guna memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar berdampak bagi penerima manfaat.
Dampak tersebut dirasakan langsung oleh para pendidik di sekolah. Baiq Laela Zahrotin, pengajar di SDN 1 Lendang Nangka, yang mendampingi dua siswanya penerima beasiswa, menuturkan bahwa kehadiran program ini membuat anak-anak merasa diperhatikan dan didukung.
“Beasiswa ini bukan hanya soal bantuan finansial. Anak-anak menjadi lebih percaya diri, lebih semangat belajar, dan merasa ada yang peduli dengan masa depan mereka,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nurhazlinda, pengajar di SDN 2 Lendang Nangka Utara. Salah satu siswanya yang menjadi penerima Beasiswa Tunas Negeri menunjukkan perubahan signifikan setelah sekitar satu bulan pendampingan.
“Awalnya siswa ini sering tidak masuk sekolah karena tidak punya uang belanja. Setelah diusulkan dan menerima beasiswa, alhamdulillah sekarang tidak pernah absen lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Yeti Aprillia, pengajar di SDN 4 Lendang Nangka Utara, melihat beasiswa ini sebagai pemantik semangat belajar dan kreativitas anak-anak. Menurutnya, dukungan yang tepat mampu mendorong siswa untuk lebih fokus mengejar prestasi dan meningkatkan daya saing.
“Beasiswa ini menjadi pemacu anak-anak agar lebih serius belajar dan mempertahankan prestasi. Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih atas hadirnya Program Beasiswa Tunas Negeri,” ungkapnya.
Bagi LRC, LKKS NTB, dan BAZNAS NTB, pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan desa dan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi lintas lembaga ini akan terus diperkuat untuk mendorong kesejahteraan siswa dan membangun sistem pendidikan yang inklusif—di mana setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

