Sinergi KK dan Pemerintah Desa Jadi Fokus Diskusi Kampung di Aikmel Timur

Pada Sabtu, 21 Februari 2026, Lombok Research Center (LRC) menggelar kegiatan Diskusi Kampung di Desa Aikmel Timur yang bertempat di aula kantor desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LRC dalam mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif, khususnya melalui penguatan pendampingan kasus, advokasi kebijakan desa/kelurahan, partisipasi politik, hingga isu perubahan iklim.
 
Diskusi tersebut diikuti oleh para pengurus Kelompok Konstituen (KK) Desa Aikmel Timur yang selama ini didampingi LRC dalam Program INKLUSI. Tema yang diangkat cukup relevan dengan kondisi desa saat ini, yakni bagaimana membangun sinergi antara Kelompok Konstituen dan Pemerintah Desa Aikmel Timur untuk memperkuat pembangunan yang inklusif.
 
Hadir dalam kegiatan itu Lalu Farouq Wardhana selaku Program Officer (PO) LRC dan Triati sebagai Asisten Program (AP). Dari pihak pemerintah desa, Sekretaris Desa Aikmel Timur turut hadir dan terlibat langsung dalam forum diskusi.
 
Dalam penyampaiannya, Lalu Farouq menegaskan bahwa Diskusi Kampung bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi ruang belajar dan ruang bersama untuk memperkuat kapasitas Kelompok Konstituen. Ia menyampaikan bahwa KK memiliki peran penting dalam mendampingi kasus-kasus di masyarakat, melakukan advokasi kebijakan desa, serta mendorong partisipasi politik warga agar lebih bermakna.
 
Menurutnya, pembangunan desa yang inklusif tidak bisa berjalan jika hanya dilakukan oleh pemerintah desa saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah. Kelompok Konstituen, terutama dalam menjembatani aspirasi kelompok rentan, memiliki posisi strategis agar suara mereka benar-benar masuk dalam kebijakan dan program pembangunan desa.
 
Diskusi berlangsung aktif dan terbuka. Para peserta berbagi pengalaman selama melakukan pendampingan kasus di desa, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi saat melakukan advokasi. Beberapa peserta menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih intens dan terbuka dengan pemerintah desa agar setiap persoalan bisa dibahas dan dicarikan solusi bersama.

Suasana Diskusi Kampung yang diselenggarakan oleh Lombok Research Center (LRC) melalui dukungan Program INKLUSI di Desa Aikmel Timur, pada Sabtu (21/02/2026)

Sekretaris Desa Aikmel Timur menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas peran LRC dan Kelompok Konstituen yang selama ini aktif mendorong partisipasi masyarakat. Menurutnya, pemerintah desa terbuka untuk bekerja sama dan menerima masukan demi memastikan pembangunan desa benar-benar menjawab kebutuhan warga.
 
Selain isu advokasi kebijakan dan partisipasi politik, diskusi juga menyinggung persoalan perubahan iklim yang mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, seperti perubahan pola musim dan tantangan di sektor pertanian. Peserta sepakat bahwa pembangunan desa ke depan perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.
 
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan LRC dalam menjalankan Program INKLUSI, yang bertujuan mendorong tata kelola desa yang partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kelompok rentan. Melalui Diskusi Kampung ini, diharapkan hubungan antara Kelompok Konstituen dan pemerintah desa semakin solid, serta ada langkah-langkah konkret yang bisa ditindaklanjuti dalam proses perencanaan dan penganggaran desa.
 
Pada akhirnya, semangat yang muncul dari forum ini adalah semangat kolaborasi. Bahwa pembangunan desa yang inklusif hanya bisa terwujud ketika semua pihak—masyarakat dan pemerintah—duduk bersama, berdiskusi, dan berjalan dalam tujuan yang sama.